Makan Untuk Hidup BUKAN Hidup Untuk Makan

Pendahuluan

Kita sering mendengar joke (Guyonan) dalam konteks perilaku makan, yaitu :

Bagi masyarakat miskin berkata, ”Besok, kita makan apa?”, tetapi bagi mereka orang kaya berkata, ”Hari ini kita makan siapa?”

Pernyataan di atas terasa vulgar didengar telinga kita tetapi itulah yang mulai terjadi pada sebagian masyarakat kita khususnya di perkotaan dimana perilaku hidup hedonisme mulai menjangkiti pada sebagian individu masyarakatnya. Perilaku konsumtif yang tak terkendali tidak hanya pada barang non pangan tetapi juga pada barang barang konsumsi langsung seperti makanan dan minuman.

Mereka seakan tak terkendali untuk mengkonsumsi makanan sehari hari di luar batas kewajaran yang dapat diterima tubuh. Lihat saja, bagaimana jika kaum hedonis memesan menu makanan di suatu Restauran atau rumah makan  maka satu meja akan penuh  terisi oleh berbagai menu makanan dan minuman, padahal tubuh (baca :perut)  punya keterbatasan untuk menampung makanan., akibatnya bisa ditebak menu makanan yang sudah dipesan tidak habis dikonsumsi dan hanya meninggalkan sisa makanan yang mubazir dan hanya menjadi konsumsi tong sampah. Konon sisa makanan inilah yang kemudian didaur ulang oleh oknum masyarakat tak bertanggung jawab untuk kemudian dijual murah dan dikonsumsi oleh masyarakat miskin, kasus ini terungkap di   ibu kota Jakarta pada Nopember 2008 dan membuat repot (malu) para pejabat birokrat di sana .

Ironis memang di suatu negeri yang gemah ripah loh jinawi terdapat suatu kelompok masyarakat berlebihan dalam mengkonsumsi makanan tetapi di sudut sana sekelompok masyarakat miskin  harus menahan lapar dan mengkonsumsi makanan sisa. Kalau sudah begini bukan salah bunda mengandung tetapi hatu nurani yang berbicara…

Pola dan perilaku makan menunjukkan siapa anda

Dalam khasanah dunia Ilmu Gizi ada pepatah bijak yang menyatakan ,” You are what you eat ,” . Pepatah tersebut mengandung makna bahwa performa dan bentuk tubuh kita dipengaruhi oleh pola dan perilaku makan sebagai salah satu faktornya disamping perilaku hidup (Life style) lainnya. Lebih konyol lagi bangsa Eropa punya kritik yang pedas terhadap orang Indonesia yaitu : ”, Orang Indonesia banyak keluar keringat jika makan dan bukan karena bekerja,”. Ini menunjukkan seolah olah makan adalah segala galanya bagi kita tetapi bekerja nomor dua atau dengan kata lain No action eat only .

Di Era sekarang ini semua individu baik laki laki maupun perempuan sangat mendambakan proporsi tubuh yang ideal dan sedap dipandang mata, apalagi bagi kaum wanita penampilan adalah segalanya walaupun terkadang cara yang ditempuh salah (penggunaan obat pelangsing atau sebaliknya, pemutih wajah & kulit dll).

Pola dan perilaku makan adalah salah satu faktor penentu mendapatkan penampilan tubuh yang diidam idamkan , tidak dipungkiri lagi makanan dengan pola gizi seimbang dan olah raga teratur menjadi faktor penentu. Seseorang dengan  berat badan berlebih (Obesitas) hampir dipastikan mengkonsumsi makanan di atas standar yang dianjurkan untuk mencukupi aktifitas keseharian dengan kata lain menu sehari hari berlebihan ditambah lagi dengan ngemil yang sulit untuk dihentikan, padahal makanan cemilan biasanya tinggi akan lemak, gula dan garam yang berpotensi menambah gemuk seseorang.. Pada kasus orang tersebut untuk mengembalikan berat badan yang ideal butuh kedisiplinan yang kuat, sebab orang yang berlebihan berat badan biasanya gerakannya lamban dan malas untuk berolah raga, jalan terbaik adalah pencegahan dengan pola hidup sehat , gizi seimbang .. Berat badan yang berlebihan juga berpotensi menimbulkan penyakit   degeneratif bagi seseorang seperti Darah tinggi (hipertensi), Penyakit jantung koroner (PJK), Hipercolesterol, Asam urat dll.

Jadi penmpilan anda yang gemuk dan melar ke samping atau pun yang langsing tinggi semampai dan padat berisi bak bintang sinetron Luna Maya disebabkan salah satunya oleh faktor pola dan perilaku makan anda.

Gizi Seimbang suatu pilihan

Jika dahulu Prof.Poorwo Sudarmo( bapak gizi Indonesia )berhasil mempopulerkan slogan ” Empat Sehat Lima Sempurna ” pada masyarakat Indonesia untuk pedoman pola konsumsi makanan sehari hari, maka konteks itu pada saat ini diterjemahkan menjadi ” Gizi Seimbang ”.

Widya Karya Nasional Pangan  dan Gizi (WKNPG) tahun 2004 yang diikuti oleh praktisi gizi dan pakar lain di bidang pangan merumuskan bahwa Angka Kecukupan Gizi (AKG) per hari bagi orang Indonesia untuk kelompok dewasa adalah sbb :

 

NO Kelompok Energi Protein
1 Laki laki dewasa 2.600 Kalori 65 Gram
2 Perempuan dewasa 2.300 Kalori 57 Gram

Angka angka di atas jika diterjemahkan dalam bentuk makanan untuk kebutuhan menu sehari  jabarannya sbb :

 

No Jenis Jml Porsi Keterangan
1 Makanan pokok 3-8 porsi    1 porsi = ¾ gls nasi (100 gr) atau 4 iris roti tawar (80 gr) atau 1 ptg sdg singkong (100 gr)
2 Sayur 2-3 porsi 1 porsi = 1 gls sayur stl dimasak tanpa kuah (100 gr)
3 Lauk Nabati 2-3 porsi 1 porsi = 2 ptg sdg tempe (50 gr) atau 1 ptg sdg tahu (100 gr) atau 3 bh peyek kc.tanah
4 Lauk hewani 2-3 porsi 1 porsi = 1 ptg sdg dg.sapi (50 gr) atau 2 btr tlr ayam kpg (60 gr) atau 1 ekor ikan (50 gr)
5 Buah 3-5 porsi 1 porsi = 1 bh psg ambon (50 gr) atau 2 bh jeruk sdg (100 gr) atau 1 ptg pepaya (75 gr)
6 Garam , gula , minyak Gunakan seperlunya

Lalu bagaimana dengan contoh menu sekali makan ? Contoh menu siang berikut ini patut anda coba:

  • Sepiring nasi
  • Semangkuk sayur lodeh
  • 1-2 potong tempe bacem
  • 1 ekor lele goreng
  • 1 ptg buah pepaya

Bagi mereka yang ingin serba praktis karena kesibukan aktifitas yang padat, ada menu alternatif yang sehat dan gizi seimbang yaitu : 1 porsi gado gado lengkap + Es buah. bisa dimakan ditempat atau di bawa pulang.

Dari uraian dan informasi di atas jika pembaca menginginkan informasi yang lebih rinci dan lengkap dapat berkunjung ke bagian Konsultasi Gizi Puskesmas Gamping I atau Puskesmas lain yang ada di Kabupaten Sleman. Semoga fenomena busung lapar dan busung kenyang di negeri tercinta ini seperti yang dinyatakan Prof.Hamam Hadi (Ketua Prodi Gizi-Kesehatan FK-UGM) hanya akan menjadi sebuah keniscayaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *