Masker yang Beranjak Menjadi Tren Fashion

Dewasa ini pandemic virus corona (Covid-19) yang terjadi di berbagai belahan dunia masih menjadi top chart penyebab angka kematian manusia di angka 514.697 (dari data Wikipedia tanggal 2 Juli 2020). Di Indonesia sendiri angka kematian akibat virus ini mencapai 2.934 (data tanggal 2 Juli 2020). Vaksin yang belum ditemukan & perilaku masyarakat yang masih sering mengabaikan protocol kesehatan memasuki era “New Normal” menjadi salah satu penyebab makin meningkatnya kasus positif di Indonesia. Fasilitas Kesehatan baik di Pusat maupun di Daerah berlomba untuk meningkatkan pelayanan, kewaspadaan dan juga menyediakan lokasi untuk perawatan karena masih dikhawatirkan serangan kedua pandemic yang akan terjadi.

                Salah satu barang yang wajib digunakan saat ini jika akan bepergian keluar rumah adalah masker. Masker saat ini sudah berkembang selain sebagai sarana menekan penularan/terpapar droplet dari pasien penderita covid-19 sekaligus sebagai fashion yang melengkapi penampilan masyarakat setiap harinya. Masker yang digunakan masyarakat umumnya berbahan kain yang bisa dicuci untuk dipakai ulang, bukan lagi masker medis yang harganya sempat mencapai ratusan ribu rupiah di awal masa pandemic.

Mari kita intip jenis masker apasaja yang sering digunakan semasa pandemic covid-19 :

  1. Masker kain

Masker ini dibuat oleh industry rumahan dengan bahan kain dari tebal, hingga elastis seperti spandek. Pemakaiannya bisa berulang kali karena habis masa pakai (4 jam) masker bisa dicuci Kembali dengan deterjen dan air hangat. Menurut penelitian, masker kain dapat menangkal masuknya virus, debu dan kotoran sebanyak 70%. Tetapi penggunaan masker kain jika diikuti dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dari masyarakat dapat membantu menekan angka kejadian covid-19.

  1. Masker Bedah

Masker Bedah atau surgical mask merupakan jenis masker sekali pakai yang akan sering ditemukan di berbagai fasilitas Kesehatan. Masker jenis ini dipakai sebagai Alat Pelindung Diri tenaga medis dalam merawat pasien. Memiliki 2 hingga 3 lapisan yang fungsinya berbeda-beda.

  1. Masker N95

Masker ini adalah masker yang paling disarankan untuk mencegah virus Covid-19 akan tetapi harga yang ditawarkan lebih mahal dan didapatnya lebih sulit. Jenis ini biasa digunakan petugas medis yang menangani pasien menderita Covid-19.

Dari sekian jenis masker, masker kain adalah masker yang berkembang pesat dari jenis bahan, model maupun warna yang digunakan. Selain lebih mudah ditemui, produsen masker nampaknya melihat peluang untuk menjadikan masker ini tidak hanya melindungi tetapi sebagai sarana fashion. Sering kita jumpai masker kain dengan berbagai model, payet, Mutiara, lukisan atau bentuk-bentuk lucu agar semakin diminati masyarakat.

Yang harus jadi perhatian kita adalah bagaimana pemakaian dan juga kebiasaan ber-PHBS kita saat menggunakan masker tersebut. Jika masker fashion yang digunakan dirasa terlalu tipis (1 lapis) kita bisa menambahkan tissue atau kain lagi dengan tujuan menurunkan resiko terkontaminasi droplet dari luar. Jangan lupa pula untuk cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, hindari membuka tutup masker dan menyentuh bagian mata atau hidung, serta cucilah masker yang telah digunakan agar fungsinya tetap maksimal jika dipakai lagi. Kebiasaan barupun muncul, orang yang tidak memakai masker akan dirasa aneh oleh lingkungan sekitarnya, tidak jarang pula pemakaian masker sekarang disesuaikan dengan busana serta model aksesoris apa yang akan digunakan. So, masker sudah menjadi bagian dari fashion bukan? Jangan sampai lupa menggunakan masker ya sahabat Pugasa.

sumber gambar : google.com

editby : Radichanurw

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *