Kadaluarsa dan Obat Rusak

Seperti halnya makanan, obat juga mempunyai tanggal kadaluarsa. Tanggal kadaluarsa biasanya tertulis pada kemasan obat. Tanggal kadaluarsa ini menunjukkan bahwa sampai dengan tanggal yang dimaksud, mutu dan kemurniaan obat dijamin masih tetap memenuhi syarat. Tanggal kadaluarsa biasanya dinyatakan dalam bulan dan tahun, dan tanggal kadaluarsa berlaku untuk obat dalam kemasan aslinya. 

Berbeda dengan obat-obat yang belum terbuka atau belum digunakan sama sekali,  ada hal-hal yang perlu kita perhatikan ketika obat sudah kita buka atau sudah kita gunakan. Pada saat obat sudah dibuka, obat sudah tidak berada pada kondisi lingkungan yang sama lagi, sehingga dimungkinkan obat sudah mengalami perubahan-perubahan pada obat. Beberapa penyebab perubahan yang dapat terjadi pada obat yang sudah dibuka adalah sebagai berikut

Degradasi

Yang termasuk dalam proses degradasi ini antara lain adalah proses hidrolisis, oksidasi dan fotodegradasi. Kecepatan Hidrolisis suatu obat dipengaruhi oleh adanya air, sebagai contoh adalah penggunaan antibiotik sirup bubuk, pada antibiotik sirup bubuk yang ditambahkan air (ex. cefadroxil sirup bubuk) maka masa tenggang penggunaan obat tersebut hanya 14 hari pada penyimpanan di suhu ruangan.

Selain itu obat juga bereaksi dengan oksigen, sehingga obat yang dibuka dan berinteraksi dengan udara bebas yang mengandung oksigen dapat menyebabkan degradasi.

Kontaminasi

Beberapa obat tetes diantaranya obat tetes mata yang telah dibuka beresiko terkontaminasi oleh kotoran atau bahkan bakteri di udara.

Berikut ini adalah tabel waktu yang disarankan untuk penyimpanan obat yang sudah dibuka

Selain adanya degradasi dan kontaminasi, perubahan mutu obat juga dapat terlihat pada masing-masing jenis sediaan, antara lain :

  • Tablet :
  1. Terjadi perubahan warna, bau atau rasa
  2. Kerusakan berupa noda, berbintik-bintik, berlubang, pecah, retak atau terdapat benda asing, jadi bubuk dan lembab
  3. Kemasan rusak
  • Kapsul
  1. Perubahan warna isi kapsul
  2. Kapsul terbuka, kosong, rusak atau melekat satu sama lain
  • Tablet Salut
  1. Pecah-pecah, terjadi perubahan warna
  2. Basah dan lengket satu dengan lainnya
  3. Kemasan rusak sehingga menimbulkan kelainan fisik
  • Cairan
  1. Menjadi keruh atau timbul endapan
  2. Konsistensi berubah
  3. Warna atau rasa berubah
  4. Botol plastik rusak atau bocor
  • Salep
  1. Warna berubah
  2. Pot atau tube rusak atau bocor
  3. Bau berubah

Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa ada perbedaan waktu kadaluarsa antara obat yang sudah dibuka dan belum dibuka, oleh karena itu selain memperhatikan tanggal kadaluarsa yang tertera dalam kemasan, kita wajib memperhatikan tanda-tanda kerusakan obat ketika obat sudah digunakan atau dibuka. Di Puskesmas Gamping I saat ini sudah menggunakan aplikasi SILOG (Sistem Informasi peLayanan Obat Gamping I) sehingga obat kadulawrsa dapat di monitoring untuk obat kadaluarsanya dan label/etiket yang di berikan ke Pasien sudah mencantumkan nama obat dan kadaluwarsa, sehingga dapat meningkatkan kemananan dan mencerdaskan pasien….yuk berobat di Puskesmas Gamping I, nikmati pelayanan obat kami dengan aplikasi SILOG.

 

sumber : http://kumpulanartikelfarmasi.com/2018/08/kadaluarsa-dan-obat-rusak/ &  SILOG

Uplod : Yuli Rinto Prabowo

This Post Has 3 Comments

  1. felix

    Kakak…..kami mau kaji banding….bagaimana caranya…..dr jayapura

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *