Menyusui untuk Perkembangan Optimal Anak

Memiliki anak yang sehat serta dapat tumbuh dan berkembang dengan baik adalah harapan setiap orang tua. Harapan tersebut bisa diwujudkan sejak pertama kali anak kita terlahir ke dunia dengan memberikannya asupan yang terbaik yakni air susu ibu (ASI) yang manfaatnya sudah terbukti membantu pertumbuhan anak secara optimal. “Bukti manfaat menyusui membantu kelangsungan hidup dan mendukung anak kita untuk tumbuh dan berkembang secara optimal sudah tidak diragukan lagi,” ujar Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI, dr. Anung Sugihantono, M.Kes. saat meresmikan kegiatan Pekan ASI Sedunia tahun 2017 di Auditorium Siwabessy, Kemenkes RI, Kuningan, Jakarta

 Pekan ASI Sedunia 2017 kali ini mengangkat tema Bekerja Bersama Untuk Keberlangsungan Pemberian ASI. Dilansir dari website www.idai.or.id, seorang bayi memerlukan nutrisi untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Dan nutrisi terbaik bagi bayi pada 6 bulan pertama kehidupannya adalah ASI. Setelah usia 6 bulan bayi dapat diberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) sesuai dengan usianya. Dan ASI tetap diberikan sampai anak berusia 2 tahun atau lebih.

Dijelaskan oleh Anung, berdasarkan data dari “The Last Breastfeeding Series 2016” bahwa menyusui dapat menurunkan angka kematian bayi akibat infeksi hingga 88%. Dan menyusui juga berkontribusi terhadap penurunan risiko stunting, obesitas dan penyakit kronis di masa yang akan datang bagi anak.“Untuk itu praktek pemberian ASI harus harus didukung bersama-sama,” tambah dia. Menyusui dapat meningkatkan hubungan batin antara ibu dan anak. Ikatan batin yang erat dan penuh cinta ini dapat menstimulasi perkembangan otak anak, merangsang perhatian anak kepada dunia luar, dan turut menentukan perilaku anak di kemudian hari.

Sementara itu penelitian oleh Kohort Boyd-Orr yang pertama kali mempelajari dampak jangka panjang dari pemberian ASI pada masa bayi terhadap panjang badan pada masa kanak-kanak dan dewasa memperlihatkan anak yang mendapat ASI pada masa bayinya secara bermakna lebih tinggi dibanding mereka yang mendapat susu formula. Keberhasilan Menyusui Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan menyusui antara lain dimulai dari faktor ibunya sendiri, suami dan keluarga, tenaga dan fasilitas kesehatan, masyarakat hingga kebijakan yang menyusui di tempat kerja. Saat ini, kata Anung, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan beberapa kebijakan dan regulasi untuk mempromosikan, melindungi dan mendukung aktifitas menyusui. “Saya mengajak semua pihak, pemerintah, dunia usaha dan semua lapisan masyarakat, untuk bekerjasama secara terus-menerus dan berkelanjutan dalam mendukung keberhasilan menyusui,” kata Anung Pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal memerlukan dukungan nutrisi dan stimulasi yang adekuat.

ASI dapat memenuhi semua kebutuhan dasar anak untuk tumbuh dan berkembang, baik kebutuhan fisisbiomedis (asuh), kebutuhan kasih saying atau emosi (asih) maupun kebutuhan akan stimulasi (asah). Sedangkan aktifitas menyusui dewasa ini justru dapat mendatangkan lapangan pekerjaan baru, seperti permintaan akan tempat penyimpanan asi, maraknya pengguna jasa transportasi cepat pengiriman ASI dan lainnya. “Menyusui sangat bermanfaat dalam mendukung keberhasilan pembangunan ekonomi nasional dan kondisi yang ada saat ini (tersedianya ruang laktasi dan jasa pengiriman ASI) memberikan kesempatan pada ibu untuk tetap dapat memenuhi haknya dengan baik,” terang Anung.

sumber : Mediakom 65/Edisi 86/2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *