Puasa Nyaman, Hipertensi Terkendali

Hai sahabat pugasa, Marhaban ya ramadhan….

Kabar gembira, alhamdulillah hari ini kita bertemu bulan Ramadhan kembali, karena tidak semua orang mendapatkan kesempatan yang sama untuk bisa kembali bertemu dengan bulan ramadhan. Yuk, kita jalani ibadah di bulan ramadahan dengan baik, salah satunya dengan menjalankan puasa sehat.

Lantas bagaimana nih, jika memiliki riwayat penyakit yang dapat mengganggu ibadah puasa. Seperti yang kita tahu, bahwa di indonesia masih banyak penyakit tidak menular yang terjadi antara lain yaitu hipertensi, diabetes melitus dan stroke. Adakah sahabat pugasa yang khawatir menjalankan ibadah puasa karena memiliki hipertensi?

Apa sih hipertensi itu?

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg.

Ciri-ciri hipertensi

Pusing, sakit kepala, penglihatan tampak buram, sesak napas, mimisan, sakit dada dan adanya darah dalam urin bisa menjadi salah satu ciri hipertensi.

Bagaimana sih caranya agar puasa nyaman dan hipertensi terkendali?

Saat menjalani ibadah puasa Ramadan, tubuh hanya mendapatkan asupan makanan dan minuman secara optimal saat sahur dan buka puasa. Artinya, asupan nutrisi pada kedua waktu itu sangatlah penting. Beberapa cara melakukan puasa sehat di antaranya:

1. Pastikan kebutuhan cairan tercukupi

Saat puasa maupun tidak, kebutuhan tubuh akan cairan tetap sama. Namun dengan jeda selama 12 jam tidak mendapatkan cairan, artinya asupan cairan harus diatur saat sahur, buka puasa, dan menjelang tidur. Pastikan asupan cairan tetap mencukupi dan tidak berlebih, karena minum air putih terlalu banyak juga tidak baik loh, sahabat pugasa. 

2. Hindari minuman dengan pemanis

Selain memastikan tubuh terhidrasi dengan baik, sebaiknya beri asupan cairan dalam bentuk air putih. Saat buka puasa, biasanya orang menginginkan minuman manis. Di sinilah tantangannya, bagaimana agar tidak terbiasa minum manis setiap hari selama 30 hari. Alternatifnya, minumlah dengan pemanis alami dari madu. Dengan demikian, tubuh tidak akan mendapat terlalu banyak asupan gula hanya dari minuman saja.

3. Tidak berlebihan saat berbuka puasa

sahabat pugasa perlu diingat, berbuka puasa bukanlah saat “balas dendam”. Artinya, jangan sampai ketika azan Magrib berkumandang langsung makan sepiring penuh dengan lauk pauk yang digoreng atau diproses berlebihan. Justru, asupan itu bisa menyebabkan kolesterol hingga tekanan darah tinggi.Buka puasa sehat adalah membatalkan terlebih dahulu dengan minuman manis atau kurma, lalu memanfaatkan jeda untuk salat. Kemudian, baru mengonsumsi makan malam setelah salat Magrib agar pencernaan tidak kaget.

4. Pilih menu sahur yang tepat

Mengonsumsi sepiring penuh nasi dengan lauk pauk saat sahur bisa jadi sekilas terlihat “mengenyangkan”, namun tidak untuk sistem pencernaan. Justru, sistem pencernaan harus bekerja keras untuk mengolahnya dan berakhir dengan munculnya rasa lapar lebih cepat.Untuk itu, pilih menu sahur yang tepat demi puasa sehat. Pilih makanan yang kaya serat, gandum utuh, yogurt, buah, dan sayuran. Jenis menu tersebut akan jauh lebih mengenyangkan dan mencukupi kebutuhan energi sepanjang hari.

5. Tetap aktif bergerak

Berpuasa bukan berarti mengurangi aktivitas fisik sepenuhnya ya sahabat pugasa, sebaiknya tetap bergerak dan beraktivitas fisik seperti biasa namun dengan intensitas ringan. Hal ini akan membuat tubuh lebih siap beradaptasi dengan siklus saat berpuasa.

Salam sehat,

@ambaroktaviaa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *